Penanggulangan Demam Berdarah (DBD) tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, terlebih hanya fogging saja. Penanggulangan DBD memerlukan kontribusi bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Semua harus melaksanakan upaya pencegahan, agar DBD tidak berkembang baik. Untuk itu, baiknya dipahami apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.
✅ DO (Yang Harus Dilakukan)
1. Lakukan 3M Plus secara rutin
Menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas plus langkah tambahan seperti menggunakan larvasida/pembunuh jentik nyamuk, dan pelihara ikan pemakan jentik.
2. Periksa jentik minimal 1 minggu sekali
Fokus pada bak mandi, talang air, dispenser, pot tanaman, dan tempat-tempat yang dapat menampung air (hujan) yang tersembunyi.
3. Gunakan penutup rapat untuk tempat penampungan air
Mencegah nyamuk bertelur. dan berkembang biak.
4. Jaga kebersihan lingkungan sekitar rumah
Pastikan tidak ada genangan air sekecil apapun.
5. Gunakan pelindung diri dari gigitan nyamuk
Seperti lotion anti nyamuk, kelambu, obat nyamuk (direkomendasikan elektrik) atau pakaian lengan panjang.
6. Libatkan seluruh anggota keluarga
Penanggulangan DBD harus menjadi kebiasaan bersama, bukan tugas individu.
7. Edukasi tetangga dan komunitas
DBD tidak bisa dicegah sendiri, perlu gerakan kolektif/bersama.
8. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika demam tinggi
Terutama jika disertai nyeri kepala, nyeri otot, atau bintik merah.
9. Koordinasi dengan kader/RT setempat
Laporkan jika ada kasus atau potensi sarang nyamuk.
10. Lakukan fogging sesuai indikasi Kesehatan
Hanya saat ada kasus dan berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan.
❌ DON’T (Yang Harus Dihindari)
1. Jangan mengandalkan fogging sebagai solusi utama
Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik dan juga mengandung racun yang berbahaya jika dilakukan secara berulang.
2. Jangan membiarkan air tergenang
Tutup botol atau kaleng kecil bisa menjadi tempat perberkembang biakan nyamuk..
3. Jangan menunda pemeriksaan saat demam
DBD bisa berkembang cepat dan berbahaya, hanya memerlukan waktu 4-7 hari untuk memperparah kondisi penderitanya.
4. Jangan menyimpan/meletakkan barang bekas sembarangan
Ban bekas, botol, dan plastik bisa jadi sarang nyamuk.
5. Jangan mengabaikan lingkungan sekitar
Halaman, selokan, dan talang atap rumah juga harus diperiksa dan dibersihkan.
6. Jangan hanya bergerak saat ada kasus
Pencegahan harus dilakukan terus-menerus, bukan musiman.
7. Jangan menggunakan insektisida sembarangan
Bisa menyebabkan nyamuk kebal/resisten terhadap insektisida jika tidak digunakan sesuai aturan.
8. Jangan berpikir DBD hanya menyerang anak-anak
Semua usia berisiko.
9. Jangan menutup diri dari informasi Kesehatan
Ikuti arahan petugas kesehatan dan sumber resmi.
10. Jangan bekerja sendiri
Tanpa keterlibatan komunitas, penanggulangan tidak akan efektif.
🔑 Pesan Kunci
DBD bukan hanya masalah nyamuk, tapi masalah perilaku dan lingkungan.
Kalau ingin kasus turun, fokuslah pada pemberantasan sarang nyamuk, bukan hanya membunuh nyamuknya. Jadilah pemantau jentik nyamuk dan pemberantas sarang nyamuk.
Oleh: Nugroho Kuncoro Yudho










