Pengembangan Bank Data Kesehatan Satu Pintu di Kabupaten Kotawaringin Timur

Pengembangan bank data satu pintu di Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur terus digenjot implementasinya. Salah satu bentuk keseriusan Dinas Kesehatan dalam mengembangan sistem data satu pintu adalah diterapkannya aplikasi Simpus sejak tahun 2011. Guna menilai sejauh mana keberhasilannya dilaksanakan pertemuan evaluasi penerapan aplikasi simpus. Pertemuan evaluasi penerapan aplikasi simpus dilaksanakan tanggal 16 sampai dengan 17 September 2014, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan pentingnya data sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Apabila data yang dihasilkan tidak akurat maka keputusan yang diambil juga tidak tepat sasaran, hal ini akan berimplikasi ketidak optimalan dalam memberikan pelayanan di masyarakat.

Sedangkan ketua panitia dalam sambutan pengantarnya menyampaikan implementasi simpus sampai dengan tahun 2014 ini sudah di 20 Puskesmas dengan berbagai kondisi (ada yang sudah terkoneksi realtime ke dinas kesehatan (7 puskesmas) sedangkan selebihnya  yang belum. Kemudian ada yang sudah multi user (10 puskesmas) dan selebihnya masih single user.  Puskesmas yang sudah menerapkan dengan multi user  sebanyak 10 Puskesmas, sedangkan selebihnya masih sistem single user. Beberapa puskesmas yang masih dengan 1 orang operator di dorong agar dapat menerapkankan input data dengan sistem multiuser. Hal ini diharapkan akan terjadinya pemerataan kemampuan bagi semua pegawai puskesmas untuk melakukan input data tanpa terkecuali. 
Beberapa program kegiatan infokes terus di kembangkan, baik dari infrastruktur maupun dari aplikasinya. Beberapa peningkatan yang akan kita laksanakan diantaranya pengembangan tower wireless di kota besi, pengembangan sistem multi user di puskesmas parenggean 2 dan kuala kuayan, serta optimalisasi modul-modul aplikasi agar dapat berfungsi lebih baik. Sehingga harapan kedepannya pemanfaatan data seperti laporan data-data kunjungan pasien menurut indikator yang dibutuhkan dapat di manfaatkan dengan lebih optimal.
Hadir sebagai Narasumber adalah praktisi informatika kesehatan dari Dinas Kesehatan Bojonegoro Jawa Timur Akmal Ismail. Y, S.Kom, dari Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Tengah Frans Yuliano, SKM dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur Subagiyo Rahayu.